Sabtu, 02 Mei 2015

Cacat Yang Tak Kelihatan

Seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yang sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.

Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya, dan tibalah ia disebuah desa, disana ia Ia bertemu dengan seorang petani yang memiliki 3 anak perempuan yang sama cantiknya. Dan si pemuda tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia memiliki keinginan untuk meminang salah satu anaknya, tapi  ia bingung untuk memilih yang manakah yang paling sempurna.

Ditengah kebingungannya, akhirnya bapak petani menganjurkan untuk mengencani satu persatu dari anaknya dan si pemuda setuju.

Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang, ia berkata kepada bapak Petani, “Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.

Hari kedua ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata kepada bapak petani, “Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”

Hari ketiga  pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi bapak petani dan berkata, ”Pak, inilah yang saya cari-cari selama ini. Ia benar-benar sempurna.
Lalu menikahlah si pemuda dengan anak ketiga Petani tersebut.

Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. Dengan penuh kebahagian, si pemuda tersebut menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek.

Ia menemui bapak Petani dan bertanya “Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak? Anak bapak cantik dan saya tampan, kenapa anak saya bisa sejelek itu.?”

Bapak petani menjawab, “ Pemuda tampan, sebenarnya anakku yang ketiga mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan, yaitu Ia sudah hamil sebelum kamu menikahinya”

Ketika kita mencari kesempurnaan seringkali kita merasakan kekecewaaan. Tetapi manakala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar