Jumat, 30 Oktober 2015

Satu koin penyebab ketidak bahagiaan

KISAH 99 koin

Pada zaman dulu kala, ada seorang Raja yang sangat kaya, tapi ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dia sendiri tak tau apa penyebabnya.
“Tuanku Raja, hamba tak memiliki apa2, selain dari keluarga yang BAHAGIA & PENUH SYUKUR.” begitulah jawaban sang pelayan.


Suatu pagi, ketika bangun dari tidur, Raja mendengar suara pelayan yang sedang bernyanyi, Dia pun langsung bertanya: “Wahai Pelayan, apa rahasia engkau, sehingga kamu bisa begitu bahagia?”
Namun Raja penasaran dengan jawaban yang diberikan oleh pelayan tersebut, sehingga Raja minta saran dari penasihatnya.
“Yang Mulia, mohon beri hamba koin emas sejumlah 99, nanti koin emas akan hamba letakkan di depan pintu rumah si pelayan.

”Singkat cerita, 99 Koin emas itupun diletakkan di depan rumah si pelayan. Pada saat si pelayan membuka pintu rumah, dia terkejut & kegirangan. wow......ketiban rejeki rupanya.
Si Pelayan pun menghitungnya, ternyata hanya ada 99 keping uang emas... menurut si pelayan kurang satu keping lagi supaya menjadi genap 100 keping.
Pelayan itu pun mencarinya ke seluruh penjuru istana agar keping emasnya bisa genap 100, tapi sia2 karna ia tetap tak menemukannya.
Karena begitu FOKUS akan AMBISInya, berbeda dengan hari-hari sebelumnya,si pelayan tak lagi bernyanyi & gembira. Wajahnya terlihat begitu serius & murung.
Rajapun bertanya kepada penasihatnya apa penyebab dari kemurungan si pelayan.
Penasihat pun menjelaskan,“Yang Mulia, itu artinya pelayan itu telah bergabung dengan Koin 99 ( yaitu mereka yang MEMILIKI BANYAK HAL, tapi MERASA TIDAK BAHAGIA ).
sibuk mengejar 1 koin lagi yang tidak jelas keberadaannya  demi koinnya genap 100 dan melupakan banyak hal lainnya yang telah ada.
kekurangan waktu untuk tidur, kekurangan waktu untuk istirahat, kekurangan waktu untuk bersenda gurau dengan keluarga, dan kekurangan waktu untuk kebahagiaan diri sendiri.
Itulah yang hamba maksud dgn Koin 99, Yang Mulia.

” Kita pun sering terfokus hanya pd ‘1 koin’ yang tidak ada, tanpa pernah BERSYUKUR pada ‘99 koin’ yang sudah kita miliki.

dikembangngkan dari kisah yang diambil dari  pendidikankarakter.com